Minggu, 25 Oktober 2015

MAKALAH PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANILISIS PROFITABILITAS

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu dan penuh kemudahan, tanpa pertolongan Allah mungkin makalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami Makalah ini memuat tentang ”PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANILISIS PROFITABILITAS” mengucapkan banyak terimakasih teman-teman yang telah membantu penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini bermamfaat makalah ini masih banyak kekurangan, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima Kasih,














DAFTAR ISI

 

 

 

 

 

 




BAB I

PENDAHULUAN


Persaingan antar perusahaan maupun antar negara tersebut berlangsung secara bebas dan ketat karena banyak bermunculan perusahaan asing di dalam negeri yang disebabkan oleh semakin tipisnya batas antar negara. Kondisi seperti ini menyebabkan perusahaan harus mampu meningkatkan kinerjanya. Kinerja suatu perusahaan sangat tergantung pada bagaimana manajemen mengelola keuangan dan melaksanakan aktivitas perusahaan tersebut. Oleh karena itu, pihak manajemen dituntut untuk mampu meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya. Hal ini bertujuan agar manajemen perusahaan mampu mencapai tujuan-tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kinerja yang baik akan dapat membantu manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. Semakin tinggi kinerja perusahaan, maka akan semakin baik pula nilai perusahaan di mata investor. Salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan pada saat ini maupun prospek usaha yang akan datang adalah dengan cara menganalisis laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi. Alat analisis yang sering digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan adalah rasio keuangan. Analisis rasio keuangan bersifat menyeluruh karena mencakup tingkat efisiensi perusahaan dalam penggunaan aktivanya dan dapat mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan perusahaan.






BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencanan perusahaan, penanaman modal/investasi, pencarian sumber-sumber dana oprasi perusahaan lainnya (Amin Wijaya Tunggal, 1995). Melalui analisis laporan keuangan ini maka para pemakai informasi akuntansi dapat mengambil keputusan. Pengelola/manajer dalam suatu perusahaan dapat menilai apakah kinerjanya dalam suatu periode yang lalu mendatangkan keuntungan atau tidak.

Tinjauan Tentang Rasio Keuangan

Rasio keuangan  adalah suatu hal yang menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, atau perbandingan  antara berbagai gejala yang dinyatakan dengan angka/persentase. (Amin Wijaya Tunggal, 1995). Beberapa jenis analisis rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja financial antara lain :












A.Rasio Profitabilitas


Profitabilitas merupakan kemampuan yang dicapai oleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Dasar penilaian profitabilitas adalah laporan keuangan yang terdiri dari laporan neraca dan rugi-laba perusahaan. Berdasarkan kedua laporan keuangan tersebut akan dapat ditentukan hasil analisis sejumlah rasio dan selanjutnya rasio ini digunakan untuk menilai beberapa aspek tertentu dari operasi perusahaan.
Analisis profitabilitas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan penjualan, assets, maupun modal sendiri. Jadi hasil profitabilitas dapat dijadikan sebagai tolak ukur ataupun gambaran tentang efektivitas kinerja manajemen ditinjau dari keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan hasil penjualan dan investasi perusahaan. Laporan keuangan seperti neraca, laporan rugi-laba dan cash flow dianalisis dengan menggunakan alat analisis yang sesuai dengan kebutuhan analis. Alat analisis keuangan antara lain : analisis sumber dan  penggunaan dana, analisis perbandingan, analisis trend, analisis Lavarege, analisis break even, analisis rasio keuangan dan lain-lain.
Rasio merupakan salah satu metode untuk menilai kondisi keuangan perusahaan berdasarkan perhitungan-perhitungan rasio atas dasar analisis kuantitatif, yang menunjukkan hubungan antara satu unsur dengan unsur yang lainnya dalam laporan rugi-laba dan neraca. Di samping itu juga, dipergunakan rasio-rasio finansial perusahaan yang memungkinkan untuk membandingkan rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis atau dengan rasio rata-rata industri.
Tingkat profitabilitas perusahaan merupakan faktor yang mempengaruhi tindakan pengelolaan laba yang dilakukan oleh manajemen, karena sesuai dengan hipotesis biaya politik bahwa tingkat profitabilitas yang semakin tinggi akan mengakibatkan tingginya harapan dari regulator dan masyarakat kepada perusahaan tersebut untuk memberikan kompensasi kepada mereka berupa pembayaran pajak kepada regulator dan program sosial kepada masyarakat. Selain itu, profitabilitas menjadi ukuran penting untuk menilai sehat atau tidaknya perusahaan yang mempengaruhi investor untuk membuat keputusan dalam membeli atau menahan bahkan menjual saham suatu perusahaan tertentu. Rasio profitabilitas perusahaan adalah rasio yang diukur berdasarkan perbandingan antara laba setelah pajak dengan total aktiva perusahaan.

Bernstein dan Wild (2008, 619) juga menyatakan bahwa analisis profitabilitas melebihi pengukuran akuntansi seperti penjualan, biaya pokok, dan beban operasional dan non-operasional, untuk menilai sumber daya, resolusi, pengukuran, dan hubungan ekonomi.
Wild, Subramanyam, & Halsey (2005 : 63) menyatakan bahwa pengembalian atas kekuatan perusahaan dalam jangka panjang. Angka ini menggunakan ukuran ringkas dari laporan laba rugi (laba) dan neraca (pendanaan) untuk menilai profitabilitas. Ukuran profitabilitas ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ukuran kekuatan keuangan jangka panjang lain.
John J. Wilk Dkk (2005 : 102) menyatakan bahwa “pendekatan yang sering digunakan mengevaluasi profitabilitas digambarkan dalam Du Pont Formula. Analisis Du Pont Formula digunakan untuk mengontrol perubahan dalam rasio aktivitas dan profit margin, dan sejauh mana pengaruhnya terhadap rate of return.




Analisis profitabilitas menurut John J. Wild, K. R. Subramanyam dan Robert F. Hasley (2005 : 39) mencakup 3 hal yaitu :

Tingkat pengembalian atas investasi (Return on Investment / ROI) Yaitu untuk menilai kompensasi keuangan kepada penyedia pendanaan ekuitas dan utang.
Kinerja operasi.
Pemanfaatan Aktivitas (assets utilization) Yaitu untuk meniali efektivitas dan intensitas aktiva dalam menghasilkan penjualan, disebut perputaran (turn over).

B. Rasio dalam analisis Profitabilitas


a. Return on Assets. Diterjemahkan secara umum, Return on Assets (RoA) berarti suatu tingkat pengembalian atas seluruh investasi pada aktiva perusahaan. Menurut John J. Wild (2010, 10) tingkat pengembalian aktiva mengukur keberhasilan perusahaan dalam menggunakan aktivanya untuk menghasilkan pendapatan (earning), tidak tergantung dari pembiayaan aktiva tersebut.
b. Profit Margin. Profit Margin (marjin laba) merupakan suatu indikasi atas kemampuan perusahaan menghasilkan laba operasional (operating income) pada nilai penjualan tertentu.
c. Asset Turnover. Asset Turnover merupakan suatu indikasi mengenai seberapa cepat dana yang ditanamkan dalam aktiva perusahaan dapat dikonversikan dalam kas.
d. Return on Common Shareholder’s Equity Stickney (1996, 109) menyebukan bahwa :
Tingkat pengembalian ekuitas pemegang saham umum ini (ROCE) mengukur kembali ke pemegang saham biasa setelah dikurangi dari pendapatan tidak hanya biaya operasi (misalnya, harga pokok penjualan, beban penjualan dan, pajak pendapatan administrasi) tetapi juga biaya utang pembiayaan dan efek ekuitas yang senior untuk saham biasa. Yang terakhir meliputi beban bunga utang dan dividen pada saham preferen (jika ada). "
e. Account Receivable Turnover. Analisis Account Receivable Turnover merupakan analisis secara spesifik dari analisis Asset Turnover. Analisis ini akan memberikan indikasi seberapa cepat nilai piutang dagang yang dimiliki perusahaan dapat dikonversikan menjadi uang tunai.
f. Inventory Turnover. Analisis ini juga merupakan perluasan dari analisis Asset Turnover, yang memberikan indikasi seberapa cepat persediaan perusahaan dapat dijual.
g. Fixed Asset Turnover. Rasio ini mengukur relasi antara nilai penjualan dan nilai investasi di dalam property, plant, and equipment. Analis harus memperhatikan perubahan dalam rasio ini secara seksama karena perusahaan biasanya berinvestasi dalam aktiva tetap untuk menghasilkan nilai penjualan yang lebih tinggi di periode yang akan datang.
h. Common Earnings Leverage (CEL). The Common Earnings Leverage (CEL) Ratio merupakan suatu indikasi atas proporsi dari laba operasional yang dialokasikan kepada pemegang saham biasa.

C.Jenis-Jenis Rasio Profitabilitas

Berikut merupakan rasio-rasio yang tergolong dalam rasio profitabilitas adalah sebagai berikut:
1.    Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)
Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.

Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Gross Profit Margin =        Laba kotor
        Penjualan Bersih

2.     Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)
Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
Rasio ini dapat dihitung dengan Rumus yaitu :
Net Profit Margin     =        Laba Setelah Pajak
  Penjualan Bersih

3.    Earning Power of  Total Investment
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. . Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Earning Power of Total Investment            =          Laba Sebelum Pajak
                  Total aktiva
4.    Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Return on Equity    =                      Laba Setelah Pajak
                                                             Ekuitas Pemegang Saham

D.Hubungan Akuisisi Terhadap Profitabilitas Perusahaan


Menurut Wild dkk (2005 : 359) penggabungan usaha (Akuisisi) dapat meningkatkan citra perusahaan, potensi pertumbuhan, kesejahteraan perusahaan, dan untuk meningkatkan laba perusahaan. Akuisisi akan berdampak positif jika perusahaan pengakuisisi (akuisitor) memiliki modal dan kinerja keuangan yang baik setelah akuisisi dilakukan. Suksesnya akuisisi diantaranya diukur dengan tercapainya peningkatan nilai perusahaan pasca akuisisi, hal ini bisa dilihat dari profit atau laba yang diperoleh oleh perusahaan yang bisa dilihat dari kinerja keuangan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.

Wild dkk (2005 : 358) juga menyatakan salah satu alasan ekonomis penggabungan usaha (akuisisi) adalah untuk memperoleh sumber bahan baku, fasilitas produksi, jaringan pemasaran atau pangsa pasar yang tidak ternilai. Dengan semakin besarnya volume produksi yang dilaksanakan perusahaan setelah akuisisi maka sangat memungkinkan terjadinya peningkatan volume penjualan, sehingga diprediksi setelah dilakukan akuisisi total penjualan dan laba kotor meningkat. GPM perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi tidak berbeda secara nyata disebabkan karena tambahan keuntungan yang diterima perusahaan setelah akuisisi otomatis akan menjadi milik perusahaan pengakuisisi, sehingga setelah dilakukan akuisisi GPM menjadi meningkat. Akan tetapi karena adanya faktor seperti yang diakuisisi bukan sumber bahan baku sehingga laba kotor yang dihasilkan kurang maksimal diterima oleh perusahaan pengakuisisi.

Net Profit Margin (NPM), menurut Wild dkk (2005 : 358) salah satu alasan ekonomis penggabungan usaha (akuisisi) adalah untuk menjamin sumber keuangan atau akses terhadap sumber keuangan, setelah adanya pengambilalihan suatu usaha maka diharapkan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan berasal pendapatan yang diterima dari kegiatan operasionalnya akan meningkat.

E. Tujuan Analisis Laporan Keuangan


Menurut Kasmir (2011), tujuan dari analisis laporan keuangan adalah:
1.    Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik aset, kewajiban, ekuitas, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.
2.    Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan.
3.    Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki.
4.    Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan ke depan berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.
5.    Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen ke depan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.
6.    Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.









BAB III

PENUTUP


Laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencanan perusahaan, penanaman modal/investasi, pencarian sumber-sumber dana oprasi perusahaan lainnya (Amin Wijaya Tunggal, 1995). Melalui analisis laporan keuangan ini maka para pemakai informasi akuntansi dapat mengambil keputusan. Pengelola/manajer dalam suatu perusahaan dapat menilai apakah kinerjanya dalam suatu periode yang lalu mendatangkan keuntungan atau tidak.

Rasio profitabilitas disebut juga sebagai rasio rentabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.












 

REFERENSI


Wild, John J, dkk. 2005. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 8. Jakarta : Salemba Empat
Stickney, Clyde P., Financial Reporting and Statement Analysis : A Strategic Perspective, 3rd ed, (1996).
Subramanyam, K.R dan Wild, J.J. 2009. Diunduh tanggal 03 – September – 2014.













Kamis, 15 Oktober 2015

Tips Agar Tidak Terlambat Ngampus

Salah satu kebiasaan buruk seorang mahasiswa adalah kebiasaan terlambat. banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang mahasiswa terlambat kekampus. bisa jadi karena faktor dari dalam diri mahasiswa itu, karena sering menunda nunda waktu atau bisa juga karena faktor dari luar, misalnya macet di jalan, dan lain sebagainya. Sering terlambat ke kampus atau kesekolah, secara tidak langsung akan sangat mempengaruhi akademik kamu. karena di samping nilai ujian yang di tuntut, presentase kehadiran kamu selama satu semester juga di perhitungkan. biasanya, di kampus, kehadiran kamu di tuntut paling tidak mencapai 80 %. bagaimana jika sering terlambat kekampus? jika dosen tidak mengijinkan kamu untuk masuk ketika kamu terlambat, maka kehadiran kamu hari itu tidak tercatat. Nah, pada bahasan kali ini, tulisan mimin akan mencoba memberikan sedikit tips-tips agar tidak terlambat berangkat kekampus.

Berikut adalah beberapa tips dari tulisan versi catatan mahasiswa untuk menghilangkan kebiasaan terlambat kekampus.
1. Memajukan Jam Tangan atau Jam di HP Kamu Walaupun sedikit konyol, tapi ini bisa mengurangi resiko terlambat kamu. majukanlah jam tangan kamu atau jam di hp kamu 15 menit atau 30 menit. dengan begini kamu akan buru buru pergi kekampus, karena kamu menganggap jam kamu menunjukkan waktu yang maju. ini tentu akan membantu kamu untuk bangun pagi lebih cepat, bersiap siap lebih cepat, dan berangkat lebih cepat.
2. Persiapkan Hal Hal yang Perlu di Bawa Pada Malam Hari Kebiasaan buruk seorang mahasiswa adalah tidak mempersiapkan dari awal hal hal yang perlu di bawa ke kampus. misalnya saja buku catatan, buku buku sumber belajar, tugas tugas kampus, dan lain sebagainya. ketika akan berangkat kekampus, mahasiswa biasanya baru sibuk menyiapkan semuanya. inilah yang menyita waktu keberangakatan kamu. jika kamu tidak ingin terlambat, persiapkanlah semuanya di malam hari sebelum tidur, esok pagi kamu tinggal berangkat tanpa perlu menyiapkan kembali.
 3. Tidak Tidur Terlalu Larut Malam Jika kamu punye kebiasaan tidur terlalu malam, cobalah kurangi kebiasaan itu. tidur terlalu malam akan membuat kamu bangun kesiangan. ini tentu saja menambah resiko kamu terlambat kekampus. tidur terlalu malam biasanya di sebabkan karena terlalu asyik melakukan aktivitas di malam hari, misalnya online, main game, nonton bola, dan lain lain. cobalah kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan itu, tidurlah lebih cepat, agar kamu tidak bangun kesiangan.
4. Gunakan Alat Bantu Bangun Tidur Kamu dapat menggunakan alat alat tertentu untuk membantu kamu bangun lebih cepat. kamu bisa memanfaatkan jam alarm yang ada di hp kamu untuk membantu kamu bangun lebih cepat. settinglah jam alarm kamu sekitar jam 4.00 atau jam 5.00 agar kamu bisa bangun lebih cepat. nah, ketika alarm kamu sudah membangunkan kamu di pagi hari, segeralah bangun, dan bersiap siap. biasanya mahasiswa cenderung malas untuk bangun, padahal alarm sudah membangunkannya.
 5. Berangkat Jauh Sebelum Jam Masuk Nah jika kamu mampu melakukan tips yang ini, dijamin kamu tidak akan terlambat lagi sampai di kampus. perhatikanlah jarak tempat tinggal kamu dengan kampus. jika jam masuk kamu jam 7.30, kamu bisa berangkat jam 6.30. jika kamu mempunyai kendaraan pribadi, ini bukanlah masalah yang besar, tapi bagaimana jika kamu menggunakan transportasi umum? berangkat jauh sebelum jam masuk adalah hal yang wajib agar kamu tidak terlambat sampai di kampus.
6. Jangan Singgah Di Tempat Lain Selama Perjalanan Ketika kamu dalam perjalanan menuju kampus, fokuslah pada perjalanan kamu. jangan singgah singgah di tempat lain. biasanya mahasiswa ketika berangkat kekampus, sering singgah ke tempat tempat tertentu, misalnya counter, mall, rumah makan, dan lain sebagainya. jika kamu mempunyai kebiasaan itu, cobalah kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan kamu itu. karena, walaupun sebentar, secara tak sadar, kegiatan itu akan menghambat perjalanan kamu menuju kampus.


 7. Kerjakan Tugas di Siang Hari Fenomena yang sering terjadi di dunia mahasiswa, biasanya mahasiswa mengerjakan tugas di malam hari hingga larut malam, sehingga tidurpun terpaksa larut malam. ini sudah umum terjadi, jika kamu tidak ingin terlambat kekampus, cobalah biasakan diri kamu mengerjakan tugas tugas kuliah di siang hari. kamu bisa mengerjakannya setelah pulang dari kampus, setelah tidur siang, atau kamu dapat memanfaatkan hari minggu untuk mengerjakan tugas kuliah.
SUMBER :http://mahasiswa-unlam.blogspot.co.id/2013/09/tips-agar-tidak-terlambat-ngampus.html

Rabu, 14 Oktober 2015

7 Teman yang Wajib Kamu Punya saat Kuliah

1. Teman Lawan Jenis yang Bukan Pacar

Punya teman lawan jenis asyik banget, kamu bisa berbagi pengetahuan dan bisa melihat ide-ide dari perspektif yang berbeda. Jalinlah pertemanan dengan lawan jenis di kampus, enggak ada salahnya jika suatu saat bakal ada hubungan "dari temen jadi demen" seperti di televisi.



2. Teman Belajar
Ini penting, kamu perlu banget berteman dengan orang yang kamu anggap lebih rajin belajarnya, lebih kritis terhadap materi kuliah, dan orang rajin mengerjakan tugas. Percaya atau enggak, temanmu itu akan mempengaruhi nilai IPK-mu loh, sebab, yang namanya teman pasti akan saling mengingatkan, hal itu bisa berarti kamu punya "alarm" pengingat mana kala mood belajar menghilang.



3. Teman Hang Out
Ketika pilih teman untuk bersosial seperti hang out di cafe atau sekedar makan di resto yang baru buka, pastikan temanmu bukan tipe orang yang senang ke tempat club atau semacamnya. Ingat, pengaruh teman sangat kuat, terlalu banyak hang out tidak baik untuk perkuliahanmu, dan kantongmu tentunya.




4. Teman Lama dengan Silaturahmi yang Terpelihara
Punya teman dekat ketika sekolah dulu? Ada baiknya jika kamu tetap memelihara silaturahmi dengan mereka. Pasalnya, tidak semua hal yang terjadi di kehidupan kampusmu bisa kamu ceritakan dengan teman-teman di kampus. Untuk itulah peran teman-teman lamamu, untuk curhat dan kangen-kangenan.




5. Teman yang Paham Cara Berpakaian
Penting banget nih untuk perempuan, kamu bisa belajar banyak mengenai bagaimana cara berpakaian yang baik dari temanmu loh. Enggak hanya itu, mungkin kamu juga diajarkan untuk menghemat uangmu untuk membeli pakaian yang bagus lagi awet. Untuk pria, kamu bisa minta tips dari teman yang satu ini bagaimana cara memikat gebetanmu dengan berpakaian yang lebih baik.





6. Teman dengan Kesukaan yang Beda
Jika kamu nyaman dengan teman yang memiliki banyak kesamaan, coba mulai sekarang cari teman yang punya kesukaan yang berbeda denganmu 180 derajat, dan lihat bagaimana serunya, dan belajar betapa beragamnya karakter manusia melalui hal yang dia suka. 



7. Teman yang Jujur
Penting banget punya teman yang jujur dan apa adanya. Memang sih, kadang kata-katanya begitu polos sehingga menyakitkan hatimu, tetapi siapa yang bisa mengoreksi dan mengkritisimu selain orang yang jujur? Ingat loh, kejujuran memang pahit, tapi itu akan membuatmu mengevaluasi diri lebih sering.



Mahasiswa dalam hitam putih kehidupan kampus

Menyandang predikat mahasiswa adalah dambaan banyak orang Banyak hal yang membuat predikat yang satu ini menjadi incaran dan rebutan bagi siapapun yang doyan kenikmatan dunia, antara lain memuaskan dahaga akan ilmu, atau ingin meningkatkan status sosial ekonomi kelak di kemudian hari, bahkan ada juga yang sekedar buat gengsi dan kesenangan. Berbagai alasan inilah yang kelak akan menentukan tipe mahasiswa apakah dia ketika berkiprah di bangku perkuliahan, di samping faktor lain yaitu pergaulan yang dipilih.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sebuah perguruan tinggi, yang terlintas dalam benak kebanyakan mahasiswa adalah bagaimana supaya dapat kuliah dengan baik, mencapai cita-cita yang sejak awal dibawa dari kampung atau tempat asal, seterusnya mendapat pekerjaan yang baik. Gambaran tentang kehidupan kampus yang sebenarnya masih tampak buram.
Tetapi apa yang terjadi kemudian, selang beberapa waktu kemudian terjadi perubahan seiring dengan perjalanan akademik mahasiswa. Setiap orang mulai memilih jalannya sendiri-sendiri. Apakah dari segi teman sepergaulan, termasuk kegiatan kampus apa yang dilakoni, juga di organisasi mana tepat berkiprah. Semua itu tergantung dari pemahaman dan idealisme masing-masing. Maka jadilah mahasiswa itu bergolong-golongan dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.



Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi informasi dan komunikasi yang mewarnai era yang serba cepat ini. Yang mengakibatkan merebaknya berbagai pemahaman dan ideologi atau pemikiran yang beraneka macam di kalangan mahasiswa. Kondisi ini, tak ayal mempengaruhi kelakuan mahasiswa itu sendiri beserta gaya hidupnya yang datang dari pemikiran yang dianutnya.
Pemikiran yang datang dari barat seperti paham kebebasan (liberalisme), hedonisme, sekularisme, kapitalisme dan sosialisme, termasuk pluralisme dan sinkretisme, mau tak mau harus dikonsumsi oleh berbagai kalangan Termasuk mahasiswa sebagai bagian dari target propaganda pemikiran tersebut. Yang kemudian memaksa banyak mahasiswa untuk berpaham machiaveli (menghalalkan segala cara) untuk mencapai segala keinginannya sebagai refleksi dari pemikiran-pemikiran ini. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Hidup dianggap syurga, kuliah dianggap tamasya dan melupakan alam yang kekal. Bergelimang dalam kesesatan, terperangkap dalam dosa. Mengejar kenikmatan sesaat. Walhasil, banyak mahasiswa yang terperangkap oleh kehidupan pragmatis.

Di tengah-tengah kehidupan kampus yang nyaris merampas seluruh waktu dan tenaga lebih-lebih materi. Kuliah yang harus tepat waktu, memburu dead-line tugas-tugas membosankan pemberian dosen, obrolan sia-sia dan menjemukan dengan teman se-gank. Belum lagi ditambah masalah pribadi dan keluarga. Semua itu nyaris membuat banyak mahasiswa enggan untuk melirik sisi lain dari kehidupan ini. Suatu dimensi kehidupan dimana yang menjadi target adalah keridhaan Allah dan alam akhirat. Yang familiar dengan sebutan hidup fii sabilillaah.

Tak bisa disangkal bahwa tidak semua mahasiswa terperangkap dengan fakta kehidupan. Banyak juga yang memilih untuk mempersembahkan diri dan hidupnya untuk menegakkan kebenaran, menjadi generasi peduli umat. Mengorbankan harta, kuliah, untuk tegaknya kalimat Laailaahaillallaah Muhammadurrasullullaah, sebagai suatu simbol kebenaran dan kemuliaan sejati. Berjuang membebaskan manusia dari segala pemikiran-pemikiran sesat, yang tak jarang datang dari kalangan mahasiswa teman sepergaulan.

Kehidupan kampus yang merupakan salah satu bagian dari proses kehidupan, ternyata mampu memberikan gambaran masa depan setiap personal yang terlibat di dalamnya. Ini bisa dilihat dari out put yang telah tercover menjadi sarjana. Jalan hidup yang dipilihnya rata-rata hanyalah melanjutkan aktivitas yang dibiasakannya ketika di bangku perkuliahan, demikian juga halnya dari segi pemikirannya. Benarlah sebuah maksim bahwa “Custom make all thing easy”, kebiasaan membuat segalanya mudah.


Oleh karena itu hendaklah mahasiswa sedini mungkin pandai-pandai mendeteksi exixtensi berbagai pengaruh yang setiap saat menyerang pemikirannya. Yang tentu saja pemikiran itu akan mempengaruhi pola kehidupannya, sekarang, dan nanti.

Selasa, 13 Oktober 2015

Membangun Pengenalan Kehidupan Kampus yang Humanis

Mahasiswa baru adalah individu yang sedang berproses menuju kematangan pribadi. Mereka, pada umumnya saat memasuki dunia kampus, belum mengenal proses belajar-mengajar, juga belum mengetahui sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar di Kampus. Selain itu mahasiswa baru juga belum mengenal civitas akademika yang akan berinteraksi dengan mereka selama menempuh pendidikan. Untuk itu perlu adanya kesiapan psikologis maupun sosial agar dapat beradaptasi secara cepat dengan proses belajar-mengajar di dalam kampus. Salah satu karakteristik yang banyak dijumpai pada diri mahasiswa adalah secara psikologis belum siap untuk melaksanakan proses pembelajaran pendidikan tinggi yang berbasis pada otonomi keilmuan dan kebebasan mengembangkan mimbar akademis, untuk menemukan serta membawakan dirinya sebagai model intelektual dalam bermasyarakat di kemudian hari.


Berdasarkan fenomena yang ada pada diri mahasiswa baru, maka kesiapan mahasiswa baru dalam hal akademis, psikologis serta normative-etis untuk memasuki kehidupan kampus sangat penting bagi keberhasilan pendidikan mereka. Oleh karena itu maka mahasiswa baru perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Disisi lain, fakta menunjukkan bahwa proses pembimbingan terhadap mahasiswa baru untuk mengantarkan ke kehidupan pendidikan tinggi sangat beragam. Setiap kampus mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan intepretasi masing-masing terhadap nilai kepentingan pembimbingan mahasiswa baru dalam memasuki tradisi kehidupan kampusnya. Namun, proses pengenalan kampus yang sangat beragam tersebut tidak dilandasi kajian ilmiah dengan berbagai tujuan esensi penyiapan psikologis-sosial yang sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mengikuti pendidikan tinggi. Akibatnya dalam praktek penerimaan mahasiswa baru telah terjadi penyimpangan “tradisi”. Antara lain berupa : pelanggaran norma dan etika kesantunan kehidupan, arogansi kekuasaan dan kekerasan fisik dengan akibat kesakitan psikis maupun fisik, bahkan sering menimbulkan adanya korban jiwa yang tidak ternilai harganya.
>Pengenalan kehidupan kampus atau lebih tenar disebut dengan ospek merupakan salah satu cara bagi sebuah kampus dalam mengenalkan berbagai kualitas yang dimiliki oleh kampus tersebut kepada mahasiswa baru. Berdasarkan Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2003 mewajibkan seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia melaksanakan sebuah Pengenalan Kehidupan Kampus yang berlaku pada masing-masing Perguruan Tinggi dengan tetap berpedoman pada panduan dari Dikti.
>Perubahan istilah yang awalnya bernama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (ospek) bertujuan untuk menghilangkan kesan negatif yang telah lama melekat. Perubahan istilah ini juga diikuti dengan perubahan sistem pelaksanaan pengenalan kehidupan kampus yang dulunya kerap menjadi momok yang menakutkan bagi mahasiswa baru. Sebab, sampai sekarang walaupun telah berganti istilah dengan sistem pelaksanaan yang jauh lebih bisa dikatakan manusiawi tetap saja menimbulkan kesan negatif diantara mahasiswa baru. Padahal, sekarang ini pengenalan kehidupan kampus tidak lagi menerapkan sistem perpeloncoan seperti yang telah banyak disaksikan oleh sejarah. Melihat pada panduan umum pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru yang dikeluarkan Dikti terlihat bahwa tujuan umum dari kegiatan pengenalan kampus merupakan suatu upaya memperkenalkan mahasiswa baru pada kegiatan kampus. Sehingga, mahasiswa baru akan menjadi lebih cepat untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus. Pengenalan kehidupan kampus diadakan bukan sebagai ajang perpeloncoan ataupun ajang untuk tampil “eksis”, namun sebagai ajang perkenalan bagi mahasiswa baru. Oleh sebab itu, perasaan yang muncul haruslah perasaan senang dan bangga dalam menjalaninya, bukan perasaan terpaksa dan tertekan.

Faktor eksternal yang menyebabkan anjloknya rupiah

 Faktor eksternal yang menyebabkan anjloknya rupiah dapat disebutkan dengan ringkas seperti di bawah ini.
1. Aksi borong dollar yang dilakukan spekulan asing menjelang akhir tahun 2014.
Aksi ini dipicu oleh momen liburan panjang seluruh umat manusia berkaitan dengan perayaan natal dan tahun baru masehi. Kebutuhan akan Dollar meningkat drastis. Para pelaku dunia usaha atau orang berduit yang ingin berlibur atau pulang kampung tentu lebih memilih dollar untuk pegangan mereka. Di belahan bumi manapun mereka berada, Money changer gampang ditemukan untuk menukar dollar mereka ke mata uang negara tujuan. Lha, kalau mereka pegang rupiah, emang bisa ditukar di Suriah? Wong ISIS saja membayar serdadu bayaran mereka dengan Dollar, kok.
2. Kebijakan moneter Eropa dan Jepang yang melemahkan Euro dan Yen.
Menurut BI, sepanjang tahun 2014, euro melemah 13 persen dan yen melemah 12 persen. kebijakan moneter (quantitative easing/QE) diambil  agar pasar mata uang pemakai euro dan yen lebih kompetitif.
Imbasnya, kondisi ekonomi negara-negara berkembang menjadi tak stabil dan mata uang mereka cenderung melemah. Wajar, ibarat film, rupiah hanyalah figuran semata, bukan pemeran utama dalam film perekonomian dunia. Masalah lainnya, kita agak susah mencari sutradara perekonomian yang sekelas hollywod. Kalaupun ada, eh malah skenarionya yang berkelas Bollywod, bukan Hollywod. Kecenderungan pemirsa kita sih memang  pada bollywod. Makanya gampang menampilkan adegan tak bermutu yang melenceng jauh dari skenario kelas bintang dua, sementara air mata para konsumen sudah terkuras habis, maksudnya harga kadung meningkat. Hiks...
3. Menguatnya Dollar sebagai imbas membaiknya data ekonomis Paman Sam dan keinginan AS menaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Menurut Chief Economist & Strategic Investment IGIco Advisory Martin Panggabean, kenaikan suku bunga akan berdampak terhadap tingginya capital outflow. Martin menganjurkan agar pemerintah tetap konsisten menerapkan penggunaan rupiah dalam negeri dan menjaga volatilitas rupiah pada transaksi antarbank dari serangan spekulan.
Cara lain yang disarankan oleh Martin adalah menggenjot produksi pangan. Pendapat Martin ini memang sangat masuk akal. Jika pemerintah hanya sibuk menjaga stabilitas rupiah dengan berbagai cara, tapi melupakan hajat hidup orang banyak seperti kesediaan pangan, dapat dipastikan rupiah akan terus melemah. Sebab, kita harus impor pangan terus dari negara tetangga sebagai dampak el nino. Sekali lagi, impornya dihargai dengan mata uang asing, bukan rupiah!
Selain faktor eksternal di atas. Dikutip dari berbagai sumber, ada faktor internal yang menodorong semakin lemahnya rupiah.
1. Kecenderungan perusahaan dalam negeri membayar utang dalam bentuk dollar.  
Misalnya beli sapi India. Perusahaan asal india yang mengimpor  sapi ke Indonesia lebih suka dibayar dengan dollar dari pada dengan rupee, apalagi dengan rupiah. Dollar akhirnya laris manis dan stok berkurang. Kurs beli dollar menguat, sedangkan kurs jual rupiah melemah. Ibarat buah-buahan, kalau sudah  membajiri pasaran harganya memang cenderung melemah. Prinsip pedagang, dari pada merugi atau membusuk, mending mangganya di jual murah.
2. Produk impor membanjiri pasaran, sementara ekspor negara kita agak rendah.
Negara mengalami devisit perdagangan, akibatnya nilai tukar rupiah melemah. Cilakanya, kita tak bisa mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Apalagi jika sudah berkaitan dengan bahan baku suatu industri, katakanlah suku cadang kendaraan bermotor. Kita masih impor dari Jepang dan Korea Selatan, bahkan kita juara empat soal impor suku cadang otomatif yang dibuat oleh Thailand. Bayangkan!
Yang sangat disayangkan pemerintah lebih suka mengucurkan dana untuk membangun infrastruktur berbiaya tinggi seperti jalan tol, pelabuhan dan sebagainya. Sisi baiknya memang membuat geliat ekonomi rakyat meningkat, interkoneksi antar wilayah lebih mendukung. Masalahnya pergerakan ekonomi tadi, dalam kondisi sekarang,  jelas sangat sedikit  manfaatnya jikalau  rupiah terperosok terlampau dalam. Malah mendorong inflasi makin meninggi.
3. Aktivitas perusahaan asing membayar dividen dalam bentuk dollar ke negara tujuan.
Seandainya ada aturan yang memproteksi dividen dengan dollar, tapi disesuaikan dengan negara tujuan, di mana dividen dibayar dengan mata uang negara pemegang saham, mungkin rupiah tidak akan fluktuatif tiap semester.  Problemnya, pemegang saham mana yang setuju laba mereka dibayar dengan kurs mata uang yang menjadi figuran semata seperti rupiah?
Dari uraian singkat di atas, dapatlah kita katakan bahwa banyak sekali faktor yang menyebabkan anjloknya rupiah. Konflik di Timur-Tengah, ledakan di Tianjin, wacana perang dunia ke-3 di semenanjung Korea, ulah spekulan dan pialang saham, sampai kondisi perpolitikan di tanah air serta kinerja pemerintahan yang kurang memuaskan, adalah pemicu lain dari anjloknya nilai tukar rupiah. Itulah resiko yang harus diterima rupiah kalau terus menjadi figuran semata.  Tinggal pemerintah sekarang yang berpikir bagaimana caranya agar suatu hari kelak rupiah bisa menjadi pemeran utama dipanggung perekonomian dunia. Semua itu tergantung dari sutradara dan penulis skenarionya. Saya mah penonton setia, siap bayar tiket di tahun 2019 asal  semua yang ditayangan berkelas. 

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

1. Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
2. Pengertian manajemen menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
3. Pengertian manajemen menurut R. Terry adalah suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya.
4. Pengertian manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang lain
5. Pengertian manajemen menurut Horold Koont dan Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang lain.
6. Pengertian manajemen menurut stoner adalah suatu proses dalam membuat perencanaan, ppengorganisasian, mengendalikan dan memimpin segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber daya organisasi dalam mencapai sasaran.
7. Pengertian manajemen menurut Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.
Tentunya dari beberapa pengertian manajemen menurut para ahli diatas memiliki kesamaan makna walaupun disampaikan dalam bentuk dan tolak ukur yang berbeda. Adapun pengertian manajemen yang sering digunakan oleh orang yaitu pengertian manajemen menurut Ricky W. Griffin, dimana beliau mengartikan manajemen adalah sebagai proses perencanaan,pengorganisasian,pengoordinasian dan pengendalian atau kontrol sumber daya dalam mencapai sasaran dengan efisien dan efektif.