Kamis, 15 Oktober 2015

Tips Agar Tidak Terlambat Ngampus

Salah satu kebiasaan buruk seorang mahasiswa adalah kebiasaan terlambat. banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang mahasiswa terlambat kekampus. bisa jadi karena faktor dari dalam diri mahasiswa itu, karena sering menunda nunda waktu atau bisa juga karena faktor dari luar, misalnya macet di jalan, dan lain sebagainya. Sering terlambat ke kampus atau kesekolah, secara tidak langsung akan sangat mempengaruhi akademik kamu. karena di samping nilai ujian yang di tuntut, presentase kehadiran kamu selama satu semester juga di perhitungkan. biasanya, di kampus, kehadiran kamu di tuntut paling tidak mencapai 80 %. bagaimana jika sering terlambat kekampus? jika dosen tidak mengijinkan kamu untuk masuk ketika kamu terlambat, maka kehadiran kamu hari itu tidak tercatat. Nah, pada bahasan kali ini, tulisan mimin akan mencoba memberikan sedikit tips-tips agar tidak terlambat berangkat kekampus.

Berikut adalah beberapa tips dari tulisan versi catatan mahasiswa untuk menghilangkan kebiasaan terlambat kekampus.
1. Memajukan Jam Tangan atau Jam di HP Kamu Walaupun sedikit konyol, tapi ini bisa mengurangi resiko terlambat kamu. majukanlah jam tangan kamu atau jam di hp kamu 15 menit atau 30 menit. dengan begini kamu akan buru buru pergi kekampus, karena kamu menganggap jam kamu menunjukkan waktu yang maju. ini tentu akan membantu kamu untuk bangun pagi lebih cepat, bersiap siap lebih cepat, dan berangkat lebih cepat.
2. Persiapkan Hal Hal yang Perlu di Bawa Pada Malam Hari Kebiasaan buruk seorang mahasiswa adalah tidak mempersiapkan dari awal hal hal yang perlu di bawa ke kampus. misalnya saja buku catatan, buku buku sumber belajar, tugas tugas kampus, dan lain sebagainya. ketika akan berangkat kekampus, mahasiswa biasanya baru sibuk menyiapkan semuanya. inilah yang menyita waktu keberangakatan kamu. jika kamu tidak ingin terlambat, persiapkanlah semuanya di malam hari sebelum tidur, esok pagi kamu tinggal berangkat tanpa perlu menyiapkan kembali.
 3. Tidak Tidur Terlalu Larut Malam Jika kamu punye kebiasaan tidur terlalu malam, cobalah kurangi kebiasaan itu. tidur terlalu malam akan membuat kamu bangun kesiangan. ini tentu saja menambah resiko kamu terlambat kekampus. tidur terlalu malam biasanya di sebabkan karena terlalu asyik melakukan aktivitas di malam hari, misalnya online, main game, nonton bola, dan lain lain. cobalah kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan itu, tidurlah lebih cepat, agar kamu tidak bangun kesiangan.
4. Gunakan Alat Bantu Bangun Tidur Kamu dapat menggunakan alat alat tertentu untuk membantu kamu bangun lebih cepat. kamu bisa memanfaatkan jam alarm yang ada di hp kamu untuk membantu kamu bangun lebih cepat. settinglah jam alarm kamu sekitar jam 4.00 atau jam 5.00 agar kamu bisa bangun lebih cepat. nah, ketika alarm kamu sudah membangunkan kamu di pagi hari, segeralah bangun, dan bersiap siap. biasanya mahasiswa cenderung malas untuk bangun, padahal alarm sudah membangunkannya.
 5. Berangkat Jauh Sebelum Jam Masuk Nah jika kamu mampu melakukan tips yang ini, dijamin kamu tidak akan terlambat lagi sampai di kampus. perhatikanlah jarak tempat tinggal kamu dengan kampus. jika jam masuk kamu jam 7.30, kamu bisa berangkat jam 6.30. jika kamu mempunyai kendaraan pribadi, ini bukanlah masalah yang besar, tapi bagaimana jika kamu menggunakan transportasi umum? berangkat jauh sebelum jam masuk adalah hal yang wajib agar kamu tidak terlambat sampai di kampus.
6. Jangan Singgah Di Tempat Lain Selama Perjalanan Ketika kamu dalam perjalanan menuju kampus, fokuslah pada perjalanan kamu. jangan singgah singgah di tempat lain. biasanya mahasiswa ketika berangkat kekampus, sering singgah ke tempat tempat tertentu, misalnya counter, mall, rumah makan, dan lain sebagainya. jika kamu mempunyai kebiasaan itu, cobalah kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan kamu itu. karena, walaupun sebentar, secara tak sadar, kegiatan itu akan menghambat perjalanan kamu menuju kampus.


 7. Kerjakan Tugas di Siang Hari Fenomena yang sering terjadi di dunia mahasiswa, biasanya mahasiswa mengerjakan tugas di malam hari hingga larut malam, sehingga tidurpun terpaksa larut malam. ini sudah umum terjadi, jika kamu tidak ingin terlambat kekampus, cobalah biasakan diri kamu mengerjakan tugas tugas kuliah di siang hari. kamu bisa mengerjakannya setelah pulang dari kampus, setelah tidur siang, atau kamu dapat memanfaatkan hari minggu untuk mengerjakan tugas kuliah.
SUMBER :http://mahasiswa-unlam.blogspot.co.id/2013/09/tips-agar-tidak-terlambat-ngampus.html

Rabu, 14 Oktober 2015

7 Teman yang Wajib Kamu Punya saat Kuliah

1. Teman Lawan Jenis yang Bukan Pacar

Punya teman lawan jenis asyik banget, kamu bisa berbagi pengetahuan dan bisa melihat ide-ide dari perspektif yang berbeda. Jalinlah pertemanan dengan lawan jenis di kampus, enggak ada salahnya jika suatu saat bakal ada hubungan "dari temen jadi demen" seperti di televisi.



2. Teman Belajar
Ini penting, kamu perlu banget berteman dengan orang yang kamu anggap lebih rajin belajarnya, lebih kritis terhadap materi kuliah, dan orang rajin mengerjakan tugas. Percaya atau enggak, temanmu itu akan mempengaruhi nilai IPK-mu loh, sebab, yang namanya teman pasti akan saling mengingatkan, hal itu bisa berarti kamu punya "alarm" pengingat mana kala mood belajar menghilang.



3. Teman Hang Out
Ketika pilih teman untuk bersosial seperti hang out di cafe atau sekedar makan di resto yang baru buka, pastikan temanmu bukan tipe orang yang senang ke tempat club atau semacamnya. Ingat, pengaruh teman sangat kuat, terlalu banyak hang out tidak baik untuk perkuliahanmu, dan kantongmu tentunya.




4. Teman Lama dengan Silaturahmi yang Terpelihara
Punya teman dekat ketika sekolah dulu? Ada baiknya jika kamu tetap memelihara silaturahmi dengan mereka. Pasalnya, tidak semua hal yang terjadi di kehidupan kampusmu bisa kamu ceritakan dengan teman-teman di kampus. Untuk itulah peran teman-teman lamamu, untuk curhat dan kangen-kangenan.




5. Teman yang Paham Cara Berpakaian
Penting banget nih untuk perempuan, kamu bisa belajar banyak mengenai bagaimana cara berpakaian yang baik dari temanmu loh. Enggak hanya itu, mungkin kamu juga diajarkan untuk menghemat uangmu untuk membeli pakaian yang bagus lagi awet. Untuk pria, kamu bisa minta tips dari teman yang satu ini bagaimana cara memikat gebetanmu dengan berpakaian yang lebih baik.





6. Teman dengan Kesukaan yang Beda
Jika kamu nyaman dengan teman yang memiliki banyak kesamaan, coba mulai sekarang cari teman yang punya kesukaan yang berbeda denganmu 180 derajat, dan lihat bagaimana serunya, dan belajar betapa beragamnya karakter manusia melalui hal yang dia suka. 



7. Teman yang Jujur
Penting banget punya teman yang jujur dan apa adanya. Memang sih, kadang kata-katanya begitu polos sehingga menyakitkan hatimu, tetapi siapa yang bisa mengoreksi dan mengkritisimu selain orang yang jujur? Ingat loh, kejujuran memang pahit, tapi itu akan membuatmu mengevaluasi diri lebih sering.



Mahasiswa dalam hitam putih kehidupan kampus

Menyandang predikat mahasiswa adalah dambaan banyak orang Banyak hal yang membuat predikat yang satu ini menjadi incaran dan rebutan bagi siapapun yang doyan kenikmatan dunia, antara lain memuaskan dahaga akan ilmu, atau ingin meningkatkan status sosial ekonomi kelak di kemudian hari, bahkan ada juga yang sekedar buat gengsi dan kesenangan. Berbagai alasan inilah yang kelak akan menentukan tipe mahasiswa apakah dia ketika berkiprah di bangku perkuliahan, di samping faktor lain yaitu pergaulan yang dipilih.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sebuah perguruan tinggi, yang terlintas dalam benak kebanyakan mahasiswa adalah bagaimana supaya dapat kuliah dengan baik, mencapai cita-cita yang sejak awal dibawa dari kampung atau tempat asal, seterusnya mendapat pekerjaan yang baik. Gambaran tentang kehidupan kampus yang sebenarnya masih tampak buram.
Tetapi apa yang terjadi kemudian, selang beberapa waktu kemudian terjadi perubahan seiring dengan perjalanan akademik mahasiswa. Setiap orang mulai memilih jalannya sendiri-sendiri. Apakah dari segi teman sepergaulan, termasuk kegiatan kampus apa yang dilakoni, juga di organisasi mana tepat berkiprah. Semua itu tergantung dari pemahaman dan idealisme masing-masing. Maka jadilah mahasiswa itu bergolong-golongan dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.



Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi informasi dan komunikasi yang mewarnai era yang serba cepat ini. Yang mengakibatkan merebaknya berbagai pemahaman dan ideologi atau pemikiran yang beraneka macam di kalangan mahasiswa. Kondisi ini, tak ayal mempengaruhi kelakuan mahasiswa itu sendiri beserta gaya hidupnya yang datang dari pemikiran yang dianutnya.
Pemikiran yang datang dari barat seperti paham kebebasan (liberalisme), hedonisme, sekularisme, kapitalisme dan sosialisme, termasuk pluralisme dan sinkretisme, mau tak mau harus dikonsumsi oleh berbagai kalangan Termasuk mahasiswa sebagai bagian dari target propaganda pemikiran tersebut. Yang kemudian memaksa banyak mahasiswa untuk berpaham machiaveli (menghalalkan segala cara) untuk mencapai segala keinginannya sebagai refleksi dari pemikiran-pemikiran ini. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Hidup dianggap syurga, kuliah dianggap tamasya dan melupakan alam yang kekal. Bergelimang dalam kesesatan, terperangkap dalam dosa. Mengejar kenikmatan sesaat. Walhasil, banyak mahasiswa yang terperangkap oleh kehidupan pragmatis.

Di tengah-tengah kehidupan kampus yang nyaris merampas seluruh waktu dan tenaga lebih-lebih materi. Kuliah yang harus tepat waktu, memburu dead-line tugas-tugas membosankan pemberian dosen, obrolan sia-sia dan menjemukan dengan teman se-gank. Belum lagi ditambah masalah pribadi dan keluarga. Semua itu nyaris membuat banyak mahasiswa enggan untuk melirik sisi lain dari kehidupan ini. Suatu dimensi kehidupan dimana yang menjadi target adalah keridhaan Allah dan alam akhirat. Yang familiar dengan sebutan hidup fii sabilillaah.

Tak bisa disangkal bahwa tidak semua mahasiswa terperangkap dengan fakta kehidupan. Banyak juga yang memilih untuk mempersembahkan diri dan hidupnya untuk menegakkan kebenaran, menjadi generasi peduli umat. Mengorbankan harta, kuliah, untuk tegaknya kalimat Laailaahaillallaah Muhammadurrasullullaah, sebagai suatu simbol kebenaran dan kemuliaan sejati. Berjuang membebaskan manusia dari segala pemikiran-pemikiran sesat, yang tak jarang datang dari kalangan mahasiswa teman sepergaulan.

Kehidupan kampus yang merupakan salah satu bagian dari proses kehidupan, ternyata mampu memberikan gambaran masa depan setiap personal yang terlibat di dalamnya. Ini bisa dilihat dari out put yang telah tercover menjadi sarjana. Jalan hidup yang dipilihnya rata-rata hanyalah melanjutkan aktivitas yang dibiasakannya ketika di bangku perkuliahan, demikian juga halnya dari segi pemikirannya. Benarlah sebuah maksim bahwa “Custom make all thing easy”, kebiasaan membuat segalanya mudah.


Oleh karena itu hendaklah mahasiswa sedini mungkin pandai-pandai mendeteksi exixtensi berbagai pengaruh yang setiap saat menyerang pemikirannya. Yang tentu saja pemikiran itu akan mempengaruhi pola kehidupannya, sekarang, dan nanti.

Selasa, 13 Oktober 2015

Membangun Pengenalan Kehidupan Kampus yang Humanis

Mahasiswa baru adalah individu yang sedang berproses menuju kematangan pribadi. Mereka, pada umumnya saat memasuki dunia kampus, belum mengenal proses belajar-mengajar, juga belum mengetahui sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar di Kampus. Selain itu mahasiswa baru juga belum mengenal civitas akademika yang akan berinteraksi dengan mereka selama menempuh pendidikan. Untuk itu perlu adanya kesiapan psikologis maupun sosial agar dapat beradaptasi secara cepat dengan proses belajar-mengajar di dalam kampus. Salah satu karakteristik yang banyak dijumpai pada diri mahasiswa adalah secara psikologis belum siap untuk melaksanakan proses pembelajaran pendidikan tinggi yang berbasis pada otonomi keilmuan dan kebebasan mengembangkan mimbar akademis, untuk menemukan serta membawakan dirinya sebagai model intelektual dalam bermasyarakat di kemudian hari.


Berdasarkan fenomena yang ada pada diri mahasiswa baru, maka kesiapan mahasiswa baru dalam hal akademis, psikologis serta normative-etis untuk memasuki kehidupan kampus sangat penting bagi keberhasilan pendidikan mereka. Oleh karena itu maka mahasiswa baru perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Disisi lain, fakta menunjukkan bahwa proses pembimbingan terhadap mahasiswa baru untuk mengantarkan ke kehidupan pendidikan tinggi sangat beragam. Setiap kampus mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan intepretasi masing-masing terhadap nilai kepentingan pembimbingan mahasiswa baru dalam memasuki tradisi kehidupan kampusnya. Namun, proses pengenalan kampus yang sangat beragam tersebut tidak dilandasi kajian ilmiah dengan berbagai tujuan esensi penyiapan psikologis-sosial yang sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mengikuti pendidikan tinggi. Akibatnya dalam praktek penerimaan mahasiswa baru telah terjadi penyimpangan “tradisi”. Antara lain berupa : pelanggaran norma dan etika kesantunan kehidupan, arogansi kekuasaan dan kekerasan fisik dengan akibat kesakitan psikis maupun fisik, bahkan sering menimbulkan adanya korban jiwa yang tidak ternilai harganya.
>Pengenalan kehidupan kampus atau lebih tenar disebut dengan ospek merupakan salah satu cara bagi sebuah kampus dalam mengenalkan berbagai kualitas yang dimiliki oleh kampus tersebut kepada mahasiswa baru. Berdasarkan Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2003 mewajibkan seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia melaksanakan sebuah Pengenalan Kehidupan Kampus yang berlaku pada masing-masing Perguruan Tinggi dengan tetap berpedoman pada panduan dari Dikti.
>Perubahan istilah yang awalnya bernama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (ospek) bertujuan untuk menghilangkan kesan negatif yang telah lama melekat. Perubahan istilah ini juga diikuti dengan perubahan sistem pelaksanaan pengenalan kehidupan kampus yang dulunya kerap menjadi momok yang menakutkan bagi mahasiswa baru. Sebab, sampai sekarang walaupun telah berganti istilah dengan sistem pelaksanaan yang jauh lebih bisa dikatakan manusiawi tetap saja menimbulkan kesan negatif diantara mahasiswa baru. Padahal, sekarang ini pengenalan kehidupan kampus tidak lagi menerapkan sistem perpeloncoan seperti yang telah banyak disaksikan oleh sejarah. Melihat pada panduan umum pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru yang dikeluarkan Dikti terlihat bahwa tujuan umum dari kegiatan pengenalan kampus merupakan suatu upaya memperkenalkan mahasiswa baru pada kegiatan kampus. Sehingga, mahasiswa baru akan menjadi lebih cepat untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus. Pengenalan kehidupan kampus diadakan bukan sebagai ajang perpeloncoan ataupun ajang untuk tampil “eksis”, namun sebagai ajang perkenalan bagi mahasiswa baru. Oleh sebab itu, perasaan yang muncul haruslah perasaan senang dan bangga dalam menjalaninya, bukan perasaan terpaksa dan tertekan.

Faktor eksternal yang menyebabkan anjloknya rupiah

 Faktor eksternal yang menyebabkan anjloknya rupiah dapat disebutkan dengan ringkas seperti di bawah ini.
1. Aksi borong dollar yang dilakukan spekulan asing menjelang akhir tahun 2014.
Aksi ini dipicu oleh momen liburan panjang seluruh umat manusia berkaitan dengan perayaan natal dan tahun baru masehi. Kebutuhan akan Dollar meningkat drastis. Para pelaku dunia usaha atau orang berduit yang ingin berlibur atau pulang kampung tentu lebih memilih dollar untuk pegangan mereka. Di belahan bumi manapun mereka berada, Money changer gampang ditemukan untuk menukar dollar mereka ke mata uang negara tujuan. Lha, kalau mereka pegang rupiah, emang bisa ditukar di Suriah? Wong ISIS saja membayar serdadu bayaran mereka dengan Dollar, kok.
2. Kebijakan moneter Eropa dan Jepang yang melemahkan Euro dan Yen.
Menurut BI, sepanjang tahun 2014, euro melemah 13 persen dan yen melemah 12 persen. kebijakan moneter (quantitative easing/QE) diambil  agar pasar mata uang pemakai euro dan yen lebih kompetitif.
Imbasnya, kondisi ekonomi negara-negara berkembang menjadi tak stabil dan mata uang mereka cenderung melemah. Wajar, ibarat film, rupiah hanyalah figuran semata, bukan pemeran utama dalam film perekonomian dunia. Masalah lainnya, kita agak susah mencari sutradara perekonomian yang sekelas hollywod. Kalaupun ada, eh malah skenarionya yang berkelas Bollywod, bukan Hollywod. Kecenderungan pemirsa kita sih memang  pada bollywod. Makanya gampang menampilkan adegan tak bermutu yang melenceng jauh dari skenario kelas bintang dua, sementara air mata para konsumen sudah terkuras habis, maksudnya harga kadung meningkat. Hiks...
3. Menguatnya Dollar sebagai imbas membaiknya data ekonomis Paman Sam dan keinginan AS menaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Menurut Chief Economist & Strategic Investment IGIco Advisory Martin Panggabean, kenaikan suku bunga akan berdampak terhadap tingginya capital outflow. Martin menganjurkan agar pemerintah tetap konsisten menerapkan penggunaan rupiah dalam negeri dan menjaga volatilitas rupiah pada transaksi antarbank dari serangan spekulan.
Cara lain yang disarankan oleh Martin adalah menggenjot produksi pangan. Pendapat Martin ini memang sangat masuk akal. Jika pemerintah hanya sibuk menjaga stabilitas rupiah dengan berbagai cara, tapi melupakan hajat hidup orang banyak seperti kesediaan pangan, dapat dipastikan rupiah akan terus melemah. Sebab, kita harus impor pangan terus dari negara tetangga sebagai dampak el nino. Sekali lagi, impornya dihargai dengan mata uang asing, bukan rupiah!
Selain faktor eksternal di atas. Dikutip dari berbagai sumber, ada faktor internal yang menodorong semakin lemahnya rupiah.
1. Kecenderungan perusahaan dalam negeri membayar utang dalam bentuk dollar.  
Misalnya beli sapi India. Perusahaan asal india yang mengimpor  sapi ke Indonesia lebih suka dibayar dengan dollar dari pada dengan rupee, apalagi dengan rupiah. Dollar akhirnya laris manis dan stok berkurang. Kurs beli dollar menguat, sedangkan kurs jual rupiah melemah. Ibarat buah-buahan, kalau sudah  membajiri pasaran harganya memang cenderung melemah. Prinsip pedagang, dari pada merugi atau membusuk, mending mangganya di jual murah.
2. Produk impor membanjiri pasaran, sementara ekspor negara kita agak rendah.
Negara mengalami devisit perdagangan, akibatnya nilai tukar rupiah melemah. Cilakanya, kita tak bisa mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Apalagi jika sudah berkaitan dengan bahan baku suatu industri, katakanlah suku cadang kendaraan bermotor. Kita masih impor dari Jepang dan Korea Selatan, bahkan kita juara empat soal impor suku cadang otomatif yang dibuat oleh Thailand. Bayangkan!
Yang sangat disayangkan pemerintah lebih suka mengucurkan dana untuk membangun infrastruktur berbiaya tinggi seperti jalan tol, pelabuhan dan sebagainya. Sisi baiknya memang membuat geliat ekonomi rakyat meningkat, interkoneksi antar wilayah lebih mendukung. Masalahnya pergerakan ekonomi tadi, dalam kondisi sekarang,  jelas sangat sedikit  manfaatnya jikalau  rupiah terperosok terlampau dalam. Malah mendorong inflasi makin meninggi.
3. Aktivitas perusahaan asing membayar dividen dalam bentuk dollar ke negara tujuan.
Seandainya ada aturan yang memproteksi dividen dengan dollar, tapi disesuaikan dengan negara tujuan, di mana dividen dibayar dengan mata uang negara pemegang saham, mungkin rupiah tidak akan fluktuatif tiap semester.  Problemnya, pemegang saham mana yang setuju laba mereka dibayar dengan kurs mata uang yang menjadi figuran semata seperti rupiah?
Dari uraian singkat di atas, dapatlah kita katakan bahwa banyak sekali faktor yang menyebabkan anjloknya rupiah. Konflik di Timur-Tengah, ledakan di Tianjin, wacana perang dunia ke-3 di semenanjung Korea, ulah spekulan dan pialang saham, sampai kondisi perpolitikan di tanah air serta kinerja pemerintahan yang kurang memuaskan, adalah pemicu lain dari anjloknya nilai tukar rupiah. Itulah resiko yang harus diterima rupiah kalau terus menjadi figuran semata.  Tinggal pemerintah sekarang yang berpikir bagaimana caranya agar suatu hari kelak rupiah bisa menjadi pemeran utama dipanggung perekonomian dunia. Semua itu tergantung dari sutradara dan penulis skenarionya. Saya mah penonton setia, siap bayar tiket di tahun 2019 asal  semua yang ditayangan berkelas. 

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

1. Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
2. Pengertian manajemen menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
3. Pengertian manajemen menurut R. Terry adalah suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya.
4. Pengertian manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang lain
5. Pengertian manajemen menurut Horold Koont dan Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang lain.
6. Pengertian manajemen menurut stoner adalah suatu proses dalam membuat perencanaan, ppengorganisasian, mengendalikan dan memimpin segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber daya organisasi dalam mencapai sasaran.
7. Pengertian manajemen menurut Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.
Tentunya dari beberapa pengertian manajemen menurut para ahli diatas memiliki kesamaan makna walaupun disampaikan dalam bentuk dan tolak ukur yang berbeda. Adapun pengertian manajemen yang sering digunakan oleh orang yaitu pengertian manajemen menurut Ricky W. Griffin, dimana beliau mengartikan manajemen adalah sebagai proses perencanaan,pengorganisasian,pengoordinasian dan pengendalian atau kontrol sumber daya dalam mencapai sasaran dengan efisien dan efektif.

Senin, 12 Oktober 2015

MAKALAH RISET PASAR

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu dan penuh kemudahan, tanpa pertolongan Allah mungkin makalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat Makalah ini memuat tentang” RISET PEMASARAN” mengucapkan banyak terimakasih teman-teman yang telah membantu penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini bermamfaat makalah ini masih banyak kekurangan, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima Kasih,













DAFTAR PUSTAKA













BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang
Pada dasarnya riset bertujuan untuk mengungkap suatu kebenaran dari suatu permasalahan. Dengan melakukan riset apa yang menjadi pokok permasalahan akan diketahui, namun yang menjadi masalah sebenarnya ialah bukan tentang melakukan riset, melainkan langkah-langkah yang akan di tempu dalam riset tersebut.

Terkadang penentuan riset menjadi kendala dalam melakukan suatu riset, maka dari itu dalam penyusunan makalah ini akan dibahas tentang riset beserta jenisnya sehingga dapat memberikan sedikit pengetahuan tentang riset itu sendiri;

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diangkat sebuah rumusan masalah yaitu bagaimanakah peran dalam melakukan sebuah Riset Pasar pada suatu permasalahan.

Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan kita mengenai riset Pasar  dan jenis-jenisnya.





 

BAB II

PEMBAHASAN


2.1.0       Sistem Riset Pemasaran

Para manajer pemasaran sering meminta perusahaan lain untuk melakukan kajian atau riset pemasaran secara formal mengenai masalah dan peluang tertentu. Mereka biasanya meminta survei pasar, pengujian preferensi produk, ramalan penjualan menurut wilayah, atau evaluasi terhadap iklan. Perusahaan sendiri dapat memperoleh riset pemasaran melalui berbagai cara. Kebanyakan perusahaan besar memiliki departemen riset pemasaran tersendiri, tetapi riset pemasaran tidak terbatas hanya pada itu, melainkan dilakukan juga pada perusahaan – perusahaan kecil dan bahkan oleh pelanggan juga.
Perusahaan – perusahaan riset pemasaran terbagi ke dalam tiga kelompok berikut ini, yaitu :
1.      Perusahaan riset jasa – sindikasi : perusahaan – perusahaan ini mengumpulkan informasi perdagangan dan konsumen yang kemudian dijial dengan memungut uang jasa
 ( fee ). Contoh : Nielsen media Research
2.      Perusahaan riset pemasaran sesuai pesanan : perusahaan – perusahaan ini dipakai untuk menjalankan proyek riset khusus.
3.      Perusahaan riset pemasaran lini – terspesialisasi : perusahaan – perusahaan ini memberikan jasa riset yang terspesialisasi. Contohnya adalah perusahaan jasa lapangan yang menjual jasa wawancara di lapangan kepada perusahaan lain.

2.1.1    Proses Riset Pemasaran

1.      Mendefinisikan Masalah, alternatif Keputusan, dan Tujuan Riset.
Manajer pemasaran harus berhati – hati agar tidak mendefinisikan suatu masalah terlalu luas atau terlalu sempit bagi periset pemasaran. Jika terlalu luas, banyak informasi yang tidak dibutuhkan, begitu juga sebaliknya jika terlalu sempit maka informasi yang didapatkan kurang sehingga riset yang dilakukan tidak bisa maksimal.
2.      Menyusun Rencana Riset
Tahap selanjutnya dalam melakukan riset pemasaran adalah penyusunan rancangan yang paling efisien untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Perancangan rencana riset membutuhkan keputusan tentang sumber data, pendekatan riset, instrumen riset, rencana pengambilan sampel, dan metode kontak.Sumber data sendiri disini dibagi menjadi dua yaitu data primer yang berisi tentang data segar yang dikumpulkan untuk keperluan riset tertentu dan juga data sekunder yang berisi tentang data yang sudah ada sebelumnya. Para periset sendiri biasanya memulai penelitian mereka dengan data mengkaji data sekunder karena lebih hemat dan juga efisien. Bila data yang dibutuhkan tidak tersedia, atau data yang dibutuhkan sudah kadaluarsa, tidak akurat, dan tidak lengkap maka periset tersebut harus mengumpulkan data primer. Kebanyakan pula proyek riset pemasaran memerlukan pengumpulan data primer. Data primer dapat diperoleh melalui lima cara yaitu : observasi, kelompok fokus, survei, data perilaku, dan eksperimen.
 Riset Observasi adalah metode mengumpulkan data segar dengan mengamati para pelaku serta keadaan yang relevan. Semisal ketika kita ingin mengamati perilaku konsumen, kita bisa mengobservasi mereka secara langsung ketika mereka sedang berbelanja atau pada saat mengkonsumsi suatu produk.
Riset Kelompok Fokus adalah kumpulan dari enam sampai sepuluh orang yang diseleksi secara cermat berdasarkan pertimbangan demografik, psikografik tertentu, atau pertimbangan lain dan bersama – sama membahas berbagai topik kepentingan. Para peserta yang hadir biasanya dibayar sekedarnya. Moderator riset profesional menyediakan pertanyaan dan penyelidikan yang didasarkan pada agenda diskusi yang telah dipersiapkan oleh manajer pemasaran yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bahan yang tepat telah diliput. Walaupun riset kelompok fokus ternyata menjadi langkah eksplorasi yang bermanfaat, para periset harus mencegah penggeneralisasisan perasaan yang dilaporkan para peserta kelompok fokus terhadap keseluruhan pasar, karena ukuran sampel terlalu kecil dan sampel itu tidak ditarik secara acak.
Riset Survei dilakukan perusahaan dengan mengadakan survei untuk mempelajari pengetahuan, keyakinan, preferensi, dan kepuasan orang, serta mengukur besarannya dalam populasi secara umum.
Data Perilaku memberikan informasi tentang jejak perilaku konsumen terhadap pembelian suatu produk yang dapat dilihat dari data pelarikan di toko ( in score scanning data ), pembelian melalui katalog, dan basis data pelanggan. Dari data tersebut dapat dianalisis tentang preferensi konsumen terhadap sejumlah merek yang populer.
Riset Eksperimen adalah riset yang paling sahih secara ilmiah, yang tujuannya adalah menangkap hubungan sebab akibat dengan menghilangkan penjelasan yang tidak jelas tentang hasil pengamatan.
Para periset pemasaran memiliki tiga instrumen riset utama dalam rangka mengumpulkan data primer yaitu kuesioner, alat psikologis, dan perkakas mekanik.
Kuesioner terdiri dari sekumpulan pertanyaan yang disajikan kepada para responden. Karena fleksibilitasnya, kuesioner merupakan instrumen yang paling sering dipakai dalam pengumpulan data primer. Dalam menyusun kuesioner harus dilakukan secara cermat, diuji, dan dibuang segala kesalahan yang ada sebelum diberlakukan dalam skala besar.
Ukuran Kualitatif merupakan pendekatan pengukuran relatif tidak terstruktur yang memungkinkan adanya kisaran tanggapan yang mungkin, dan merupakan sarana kreatif yang menegaskan persepsi konsumen yang mungkin sebaliknya sulit untuk disingkapkan. Beberapa pemasar lebih menyukai metode kualitatif untuk mengukur opini konsumen karena tindakan konsumen tidak selalu cocok dengan jawaban mereka terhadap pertanyaan survei.
Perkakas Mekanis jarang digunakan dalam riset pemasaran. Sebagai contoh, galvanometers mengukur minat atau emosi yang timbul setelah melihat iklan tertentu. Sekarang ini teknologi telah menggantikan catatan harian yang digunakan para peserta dalam survei media. Audiometer untuk mencatat kapan pesawat televisi dinyalakan dan saluran mana yang ditonton. Ada juga teknologi Global Positioning System  (GPS) dan juga alat – alat elektronik yang dapat mencatat jumlah program radio yang didengar orang sepanjang hari.
Setelah menentukan pendekatan dan instrumen riset, periset pemasaran harus merancang rencana pengambilan sampel yang memerlukan tiga keputusan yaitu siapa, berapa, dan cara memilih responden yang digunakan dalam kegiatan survei.
Setelah rencana pengambilan sampel ditentukan, periset pemasaran harus memutuskan bagaimana cara menghubungi subjek. Apakah melalui surat, telepon, bertatap muka, atau wawancara online.
3.             Mengumpulkan Informasi
Tahap pengumpulan data umumnya tahap yang paling mahal dan paling sering terjadi kesalahan. Dalam kasus survei, misalnya, terdapat empat masalah utama yaitu sebagian responden sedang tidak berada di rumah atau sulit dihubungi, responden menolak, responden memberikan jawaban bias, dan pewawancara sendiri juga bersikap bias atau tidak jujur. Seorang pemasar yang cerdas mendapatkan data primer lewat survei online dari demografik yang sangat didambakan ketika mereka memainkan GAMEhttp://cdncache1-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png.
4.             Menganalisis Informasi
Langkah berikutnya dalam proses riset pemasaran adalah menyaring temuan – temuan yang berguna dari data yang dikumpulkan. Peneliti membuat tabulasi dan distribusi frekuensinya. Rata – rata dan ukuran dispersi dihitung untuk variabel – variabel utama. Peneliti juga akan menerapkan sejumlah teknik statistik dan model keputusan yang lebih canggih dengan harapan dapat memperoleh temuan tambahan.
5.             Menyajikan Hasil Temuan
Sebagai langkah riset pemasaran yang terakhir, para peneliti menyajikan temuan – temuan mereka. Peneliti harus menyajikan temuan – temuan mereka yang relevan dengan keputuan pemasaran utama yang dihadapi manajemen.
6.             Mengambil Keputusan
Para manajer yang mengadakan riset perlu memberi bobot atas buktinya. Mereka tahu bahwa temuan – temuan itu bisa mengalami berbagai kesesatan. Jika kepercayaan terhadap temuan itu rendah, mereka dapat memutuskan untuk tidak memperkenalkan hasil temuannya.
Sejumlah organisasi yang sedang tumbuh menggunakan satu sistem dukungan keputusan pemasaran untuk membantu para manajer pemasaran mereka mengambil satu keputusan yang lebih baik. John Little dari MTI mendefinisikan sistem dukungan keputusan pemasaran sebagai koordinasi kelompok data, sistem, alat, dan teknik dengan perangkat lunak dan perangkat keras pendukung yang digunakan organisasi untuk mengumpulkan dan menginterpretasi informasi yang relevan dari lingkungan dan dunia bisnis serta mengubahnya menjadi basis untuk melakukan tindakan pemasaran.

2.1.2    Mengatasi Hambatan Penggunaan Riset Pemasaran

Walaupun riset pemasaran tumbuh pesat, banyak perusahaan yang masih saja gagal memanfaatkanya secara memadai atau tepat karena beberapa alaan berikut :
           Konsepsi riset Pemasaran yang sempit.
Banyak manajer memandang riset pemasaran hanya sebagai operasi pencarian fakta. Mereka sering menganggap periset pemasaran merancang kuesioner , memilih sampel, melakukan wawancara, dan melaporkan hasilnya, dan sering secara cermat mendefinisikan masalah atau alternative keputusan yang dihadapi manajemen. Sebagai akibat, bila fakta hasil temuan itu ternyata tidak beguna, pendapat manajemen mengenai keterbatasan manfaat riset pemasaran makin menguat
          Periset pemasaran tidak cakap.
Sebagai manajer memandang riset pemasaran hanya sedikit lebih tinggi daripada kegiatan administrasi dan menghargainya seprti demikian. Mereka memperkerjakan periset pemasaran yang agak kurang cakap, serta pelatihan yang lemah dan tidak adanya kreativitas menyababkan hasil kerja peneliti itu kurang mengesankan. Hasil yang mengecewakan itu menambah kuat prasangka buruk manajemen terhadap riset pemasaran.
Manajemen terus-menerus membayar gaji yang rendah kepada para peneliti pasarnya, sehingga menambah masalah mendasar itu.
             Kurang baik dalam menempatkan masalah.
Dalam kasus terkenal saat coca-cola memperkenalkan New Coke setelah dilakukan banyak riset, kegagalan New Coke terutama disebabkan oleh masalah penetapan riset yang tidak tepat dari sudut pemasaran. Masalahnya adalah bagaimana perasaan konsumen tentang Coca-Cola sebagai merek, bukanya cita rasa itu sendiri secara terpisah.
           Hasil temuan riset yang terlambat dan terkadang salah.
Para manajer menginginkan hasil yang akurat dan konklusif. Mereka mungkin menginginkan hasilnya besok. Namun, riset pemasaran yang baik perlu waktu dan uang. Para manajer kecewa apabila riset pemasaran terlalu mahal atau memakan waktu terlalu banyak.
§             Perbedaan kepribadian dan penyajian.
Perbadaan antara gaya manajer lini (manajer fungsional) dan periset pemasaran sering menghambat terciptanya hubungan yang produktif. Laporan periset pemasaran mungkin dipandang bersifat abstrak,rumit, dan tentative, sementara manajer lini menginginkan sesuatu yang konkrit , sederhana, dan para periset pemasarn dimasukan sebagai anggota tim manajemen produk, maka pengaruh mereka atas strategi pemasaran terus bertambah.
Kegagalan menggunakan riset pemasaran secara memadai menimbulkan banyak kesalahan yang memalukan, termasuk kesalahan yang bersejarah seperti STAR WARS.

2.1.3       Mengukur Produktivitas Pemasaran

Satu tugas penting riset pemasaran adalah menilai efisiensi dan efektivitas aktivitas pemasaran . Pemasar semakin bertanggung jawab atas investasi mereka dan harus mampu menilai pengeluaran dan meminta persetujuan dari manajemen senior . dalam survey Accenture terbaru , 70 persen dari eksekutif pemasaran menyatakan bahwa mereka tidak menangani pendapatan dari investasi pemasaran mereka. Studi lain menyingkapkan bahwa 63 persen dari manajemen senior menyatakan tidak puas dengan sistem pengukuran kinerja pemasaran mereka dan menginkan pemasaran memasukan perkiraan atas dampak sebelum dan sesudah programpemasaran. Dengan biaya pemsaran yang sudah tinggi dan terus naik, eksekutif senior lelah melihat apa yang mereka anggap pemasaran yang boros ,produk baru yang gagal dan kampanye iklan yang boros,telepon penjualan yang luas, promosi biaya yang tidak mampu membuang gangguan penjualan.
Riset pemasaran dapat membantu mengarahkan kebutuhan akan akuntanbilitas yang semakin meningkat ini. Dua pendekatan yang saling melengkapi untuk mengukur produktivitas pemasaran adalah :
1.      Metric pemasaran untuk menilai efek pemasaran dan
2.      Pembentukan bauran pemasaran untuk memperkirakan hubungan kausal dan bagaimana kegiatan pemasaran memengaruhi hasil.

  2.1.4. Peramalan Dan Pengukuran Permintaan

Salah satu alasan utama melakukan riset pemasaran adalah mengidentifikasi peluang pasar. Setelah riset selesai, perusahaan harus mengukur dan memperkirakan ukuran, per-tumbuhan dan potensi laba dari masing-masing peluang pasar. Peramalan penjualan digunakan oleh departemen keuangan untuk meningkatkan kas yang dibutuhkan untuk investasi dan operasi; oleh departemen manufaktur untuk menentukan kapasitas dan tingkat hasil; oleh departemen pembelian untuk mendapatkan jumlah persediaan yang benar; dan oleh departemen sumberdaya manusia digunakan untuk mempekerjakan jumlah pekerja yang diperlukan. Terakhir, departemen pemsaran bertanggung jawab untuk menyiapkan peramalan penjualan. Jika peramalannya cukup jauh dari hasil, perusahaan akan menghadapi kelebihan atau kekurangan persediaan. Peramalan penjualan didasarkan pada perkiraan permintaan. Manajer harus mendefinisikan apa yang mereka maksudkan dengan permintaan pasar.
Ukuran Permintaan Pasar
Perusahaan dapat menyiapkan hingga 90 jenis perkiraan permintaan yang berbeda untuk enam tingkat produk, lima tingkat ruang, dan tiga periode waktu yang berbeda. Setiap ukuran permintaan melayani suatu tujuan tertentu. Perusahaan perlu memperkirakan permintaan jangka pendek bagi produk tertentu agar dapat melakukan pemesanan bahan mentah, perencanaan produksi, dan peminjaman uang tunai. Perusahaan dapt memperkirakan permintaan regional untuk lini produk utamanya guna memutuskan pakah mereka akan melakukan distribusi regional atau tidak.
Ukuran pasar didasarkan pada jumlah pembeli yang mungkin ada untuk suatu penawaran pasar. Tetapi ada banyak cara yang produktif untuk memecah pasar.
 Pasar Potensial, adalah kumpulan konsumen yang memiliki tingkat minat cukup besar terdapat penawaran pasar. Meskipun demikian, minat konsumen tidak cukup untuk mendefinisikan pasar bagi pemasar kecuali mereka juga mempunyai penghasilan dan akses yang cukup besar terhadap produk.
 Pasar yang tersedia, adalah kumpulan kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, dan akses terhadap penawaran tertentu. Bagi penawaran pasar, perusahaan atau pemerintah munkin membatasi penjualan untuk kelompok tertentu. Contohnya, suatu negara bagian mungkin melarang penjualan sepeda motor untuk semua orang yang berusia dibawah 21 tahun. Orang dewasa yang memenuhi syarat membentuk pasar tersedia berkualifikasi kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, akses, dan kualifikasi terhadap penawaran psar tertentu.
Pasar sasaran, adalah bagian pasar tersedia berkualifikasi yang diputuskan perusahaan untuk dikejar. Contohnya, perusahaan bisa memutuskan untuk berkonsentrasi pada usaha pemasatan dan distribusinya pada pantai timur.
Pasar terpenetrasi, adalah kumpulan konsumen yang membeli produk perusahaan.
Definisi ini adalah perangkat yang berguna bagi perencanaan pasar. Jika perusahaan tidak puas dengan penjualannya saat ini, perusahaan dapat mengambil sebuah tindakan. Perusahaan dapat berusaha menari presentase pembeli yang lebih besar dari pasar sasarannya. Perusahaan dapat menurunkan kualifikasi pembeli potensial. Perusahaan dapat memperluas pasar tersediannya dengan membuka distribusi ditempat lain atau menurunkan harganya. Perusahaan juga dapat mereposisiskan dirinya sendiri dalam pikiran pelanggannya.
Metode-metode praktis untuk memperkirakan permintaan pasar saat ini. Eksekutif perusahaan ingin memperkirakan total potensi pasar, potensi pasar suatu wilayah, dan total penjualan industri serta pangsa pasar.Total Potensi Pasar (total market potential) adalah jumlah penjualan maksimum yang mungkin tersedia bagi perusahaan dalam senbuah industri sepanjang suatu periode di bawah tingkat usaha pemasaran industri dan kondusi lingkungan tertentu. Cara umum untuk memperkirakan total potensial pasar adalah mengalikan jumlah pembeli potensial (berdasarkan rata-rata kuantitas setiap pembelian) , dikalikan harga. Salah satu variasi metode ini adalah metode rasio-rantai, yang mengalikan jumlah dasar dengan beberapa presentase penyesuaian.
Potensi Pasar Suatu wilayah, karena perusahaan harus mengalokasikan anggaran pemasaran mereka secara optimal pada wilayah-wilayah terbaik mereka, mereka harus memperkirakan potensi pasarberbagai kota, negara bagian, dan negara. Dua metode utama untuk menilai potensi pasar suatu wilayah adalah metode pembentukan pasar, yang terutama digunakan oleh pemasar bisnis, dan metode indeks multifaktor, yang terutama digunakan oleh pemasar konsumen.
Selain memperkirakan total potensi dan potensi wilayah, perusahaan harus mengetahui penjualan industri sebenarnya yang terjadi di pasarnya. Ini berarti perusahaan hasrus mengidentifikasi pesaing dan memperkirakan penjuanlan mereka.
Asosiasi dagang industri sering mengumpulkan dan mengumumkan total penjualan industri, meskipun biasanya tidak menyebutkan penjualan perusahaan individu secara terpisah. Namun, dengan informasi ini perusahaan dapat mengevaluasi kinerjanya sendiri terhadap keseluruhan industri.
Cara lain untuk memperkirakan penjualan adalah membeli laporan dari perusahaan riset pemasaran yang mengaudit total penjualan dan penjualan merek. Audit ini memungkinkan perusahaan membandingkan kinerjanya dengan total industri atau dengan pesaing tertentu untuk melihat pakah perusahaan mendapatkan atau kehilangan pangsanya baik secara keseluruhan atau beberapa mereknya saja. Karena distributor pada umumnya tidak memasok informasi tentang seberapa banyak produk pesaing yang mereka jual, pemasar bisnis hanya sedikit-sedikit mengetahui hasil pangsa pasar mereka.
Memperkirakan Permintaan Masa Depan
Suatu perusahaan biasanya menyiapkan peramalan ekonomi makro lebih dahulu, lalu diikuti dengan peramalan industri, kemudian peramalan penjualan perusahaan. Semua peramalan dibuat berdasarkan satu dari tiga basis informasi: apa yang dikatakan orang, atau apa yang dilakukan orang, atau apa yang telah dilakukan orang. Dengan menggunakan apa yang dikatakan orang, diperlukan survei tentang pendapat pembeli atau orang yang dekat dengan pembeli, seperti pendapat waaraniaga atau pendapat ahli. Membuat peramalan berdasarkan apa yang dilakukan orang berarti menempatkan produk dalam pasar uji untuk mengukur respon pembeli. Sedangkan untuk menggunakan apa yang telah dilakukan orang perusahaan menganalisis catatan perilaku pembeli terkahir atau menggunakan analisis deret waktu atau analisis permintaan statistik.
Survey Maksud (intens) pembeli peramalan (forecasting), adalah seni mengantisipasi apa yang mungkin dilakukan pembeli dalam kondisi tertentu. Survei menanyakan keuangan pribadi konsumen di saat ini dan di masa depan serta harapan mereka tentang ekonomi.

 

BAB III

PENUTUP


Kesimpulan

kesimpulan bahwa riset pasar dapat dilakukan perusahaan secara sendirian atau menyewa perusahaan lain untuk melakukannya. Riset pasar yang baik dicirikan oleh metode ilmiah, kreativitas, metode multi riset, pembangunan model yang akurat, analisis manfaat – biaya, skeptisisme yang sehat, dan fokus yang etis. Prosesnya sendiri meliputi pendefinisian masalah dan tujuan riset, pengembangan rencana riset, pengumpulan dan analisis informasi, penyajian temuan – temuan kepada manajemen, dan pengambilan keputusan.
Dalam melakukan riset, perusahaan harus memutuskan menggunakan data primer atau data sekunder, pendekatan riset, serta instrumen riset yang digunakan. Selain itu diputuskan juga rencana sampel dan metode kontak. Dalam menganalisis hasil riset, harus dapat dipastikan pula bahwa perusahaan mencapai penjualan, laba, dan tujuan lain yang ditetapkan dalam rencana tahunan menggunakan alat utama yaitu analisis penjualan, analisis pangsa pasar, analisis biaya penjaualan pemasaran, serta analisis keuangan.
Terdapat dua tipe permintaan, yaitu permintaan pasar dan juga permintaan perusahaan. Untuk mengestimasi permintaan terkini, perusahaan berusaha menentukan potensi pasar total, potensi pasar wilayah, penjualan industri, dan pangsa pasar. Untuk mengestimasi permintaan di masa depan, perusahaan dapat melakukan survei dan melakukan uji pasar.

Saran

Penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan makalah ini. Sehingga makalah ini lebih bermanfaat dalam proses belajar mengajar.




DAFTAR PUSTAKA


https://andyanthon.wordpress.com/2015/03/12/makalah-riset-analisa-pasar-anthon-putra-sila-tambe/